Freez's Day

More Simple More Powerful

Logo Pingwin nya berubah !!

Saat kita boot system linux kita , terutama yang masi menggunakan distro lama seperti Slackware atau debian kita bisa melihat  logo pingwin di sudut kiri atas , belakangan saya sangat penasaran bagai mana bisa ada gambar yang sebagus itu padahal linux nya saja baru memuat kernel belum menyalakan X org server atau semacam nya , setelah melakukan pencarian panjang  saya akhirnya menemukan bahwa gambar ini dapat diganti ,timbul pertanyaan file apa yang tampil sebenarnya di layar monitor saya itu , kita akan segera mengetahuinya .

yang kita butuh kan adalah source code lengkap dari kernel kita , dan sebuah gambar bertipe png , usahakan ukuranya 100 x 100 px sja agar tidak terlalu besar. Berikut langkah untuk memodifikasi kernel ini

extrac terlebih dahulu kernel yang anda punya dengan perintah
# tar -jxvf linux-2.6.27.tar.bz2
Apa bila ternyata system anda sudah memilik source code kernel yang siap compile ini lebih baik lagi , tinggal masuk ke directory kernel dengan perintah cd /usr/src/linux-2.6.27
Sekarang kita akan mengconvert gambar png kita tadi agar dapat di complile dalam kernel , pertema copykan gambar png itu ke driver/video/logo/
lalu masuk ke directori driver/video/logo/ dan kita siap meconvert ,pertama kita rubah dulu png itu ke pnm , oh ya kita disini membutuhkan aplikasi netpbm , dapat didownload di sini .Convert png ke pnm dengan perintah
pngtopnm | pnmtoplainpnm > back.ppm
Setelah itu sesuikan kulitas grafik agar dapat ikut dicompile dengan perintah
ppmquant 224 back.ppm | pnmnoraw > logo_linux_clut224.ppm
Sekarang kita sudah siap mecompile ulang kernel , lakukan langkah compile ulang biasa dan liat hasil akhirnya

Web site Baru

Udah lama sebenernya saya punya domain ini freezmeinster.co.cc , yah walau gratisan dan rada lemot tapi lumayan lah klo buat belajar . Setelah kemaren melihat ada kiriman email yang menyatakan domain ini udah abis masa pakai nya , aq baru inget klo domain ini udah berumur satu tahun , lama juga ya .Setelah diaktifasi lagi , saya berencana buat ngebangun lagi website itu dari awal , dulunya pake joomla dan saya sangat tidak puas dengan performa nya ,sekarang ini pembangunan web ini berubah arah , yang tadi nya menggukan CMS sekarang saya menggunakan sebuah php framework yang cukup menarik menurut saya yaitu Code Igniter , proses pembangunannya saya lakukan di webserver local terlebih dahulu ,tidak ada masalah berarti kecuali satu , ternyata tempat saya menghosting web ini yaitu 000webhost.com , secara default mematikan fitur modrewrite nya apache atau tidak mendukung .httaccess , saya juga kurang tau yang jelas system saya tidak dapat berjalan karena menggunakan modrewrite , akhrinya saya merombak system baru ini agar dapat berjalan tanpa modrewrite .Proses pembangunan web ini baru memasuki tahap interface design atau sekitar 30% , direncanakan akan selesai pada akhir bulan januari , semoga tepat waktu dan tidak menemukan kendala yang berarti.

VPS pake Vserver part 2

Setelah kita sebelum nya udah berhasil melakukan kompile kernel untuk menambah dukungan vserver sekarang kita siap melakukan tahap selanjut nya yaitu install user space program dan melakukan installasi template system operasi baru . Sebagai catatan saya melakukan pembangunan vserver ini di disro slackware 13 dengan versi kernel sekarang 2.6.32 .

Aplikasi yang harus di download antara lain :

  1. Util-vserver
  2. get.sh , inst.sh dan vserver.list  file ini dapat di download di widget dibawah.

setelah kita mendapat kan

Mobi sampe di lampung

Hari ini pukul 05:30 saya tiba di kota kelahiran saya , lampung . Rumah saya masih 40 Km ke arah barat dari Bandar Lampung . Sempat ada kekhawatiran bahwa mobi yang saya beli di Bandung tidak dapat di gunakan disini (lampung) , asumsi teman2 saya “M2 yang pake sinyal GSM aja kata nya nggak ada  apalagi Mobi yang pake cdma” ternyata tidak terbukti , walau ditempat tinggal saya tidak tercover sinyal M2 tapi ternyata masih ada sinyal cdma fren . Hidup Mobi

Menyingkat waktu resolving dns

Setiap kali kita melakukan browsing kita pasti melakukan juga yang namanya resolving , proses ini adalah proses pertukarana atau translasi dari nama domain , seperti google.com menjadi ip .Tiap kali kita mengetikan nama domain maka sistem operasi akan memerintahkan resolver untuk mengirimkan query ke nameserver yang sudah di tentukan , proses ini akan dilakukan terus menerus setiap kali tebel dns di sistem operasi tidak menemukan entry yang kita cari , sedangkan apa bila ada pada tabel dns maka system operasi akan langsung mengembilnya dan menggunakannya .Tabel dns akan di kosongkan apa bila sistem operasi di reboot , alias tabel ini tidak permanen dan system operasi akan kembali melakukan query.

Dnsmasq adalah sebuah aplikasi yang kecil namun sangat powerfull ,fungsi utama nya adalah sebagai dns server dan dhcp server , pada kasus ini kita hanya akan menggunakan fitur dns server nya saja .Jadi setiap kali resolver mentranslasikan domain ke ip hasil translasi tidak hanya di simpan di tabel dns tapi juga di simpan di cache nya dnsmasq , ini akan mempersingkat waktu resolving karena tidak perlu resolving lagi ke nameserver luar kalau di lokal juga sudah ada

Dnsmasq berukuran kecil sekitar 166 Kb dapat di download di linuxpackages.net.Download dnsmasq dengan perintah wget -c http://www2.linuxpackages.net/packages/Slackware-11.0/Daemon/dnsmasq/dnsmasq-2.35-i486-1.tgz
Setelah selesai mendownload , install aplikasi ini :
installpkg dnsmasq-2.35-i486-1.tgz
Lakukan beberapa penyesuaian pada file konfigurasi nya :
nano /etc/dnsmasq.conf

Cari baris listen-address= , hilangkan tanda “#” dan isikan dengan 127.0.0.1 setelah “=”
Cari baris cache-size=150 , ganti angka 150 menjadi 1000 , ini akan meningkatkan ukuran ruang penyimpanan dns

simpan file dengan menekan F2 lalu “y” , lalu lakukan modifikasi pada file /etc/resolv.conf tambahkan baris nameserver 127.0.0.1 pada baris paling atas diatas seting name server lainnya dan jangan lupa simpan file .
Sesudah itu masukan dnsmasq ke file /etc/rc.d/rc.local agar dapat dinyalakan setiap kali sistem boot .

berikut ini perbandingan saat kita belum menggunakan dnsmasq dan sesudah nya
SEBELUM
bash-3.1# dig passthewall.wordpress.com

; <> DiG 9.4.3-P1 <> passthewall.wordpress.com
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 4700
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 7, AUTHORITY: 0, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;passthewall.wordpress.com. IN A

;; ANSWER SECTION:
passthewall.wordpress.com. 1627 IN CNAME lb.wordpress.com.
lb.wordpress.com. 66 IN A 76.74.255.123
lb.wordpress.com. 66 IN A 72.233.2.58
lb.wordpress.com. 66 IN A 72.233.2.59
lb.wordpress.com. 66 IN A 74.200.243.251
lb.wordpress.com. 66 IN A 74.200.243.253
lb.wordpress.com. 66 IN A 76.74.254.123

;; Query time: 164 msec
;; SERVER: 10.88.77.6#53(10.88.77.6)

;; WHEN: Sun Dec 20 11:23:28 2009
;; MSG SIZE rcvd: 156

SESUDAH

bash-3.1# dig passthewall.wordpress.com

; <> DiG 9.4.3-P1 <> passthewall.wordpress.com
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 54392
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 7, AUTHORITY: 0, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;passthewall.wordpress.com. IN A

;; ANSWER SECTION:
passthewall.wordpress.com. 578 IN CNAME lb.wordpress.com.
lb.wordpress.com. 248 IN A 74.200.243.253
lb.wordpress.com. 248 IN A 74.200.243.251
lb.wordpress.com. 248 IN A 72.233.2.59
lb.wordpress.com. 248 IN A 72.233.2.58
lb.wordpress.com. 248 IN A 76.74.255.123
lb.wordpress.com. 248 IN A 76.74.254.123

;; Query time: 1 msec
;; SERVER: 127.0.0.1#53(127.0.0.1)
;; WHEN: Sun Dec 20 11:40:06 2009

;; MSG SIZE rcvd: 169

Perhatikan baris ;; Query time: 1 msec sesudah menggukan dnsmasq .ini salah satu faktor yang meningkatkan waktu browsing kita .

ReactOS , Clone Windows ?

ReactOS

Pertama tau sistem operasi ini pas baca majalah Chip waktu itu lagi diulas tentang  berbagai sistem operasi yang bisa dipilih sebagai alternatif pengganti Windows ,ada banyak yang masuk tulisan chip waktu itu , ada ubuntu , mandriva dan banyak lagi , salah satu dari semua yang menarik menurut saya adalah React OS .

Hal menarik dari OS ini adalah design sistem operasi yang amat mirip dengan windows XP , menurut situs resminya reactOS ini berasal dari design Windows Xp/2003 ditulis seluruh nya dari awal , satu hal yang saya nggak mengerti mereka (para developer nya ) dapat source code dari mana ya . Disana diceritakan bahwa ReactOS  itu didesign mengikuti design arsitektur Windows mulai dari  level hardware sampai level aplikasi .

Tujuan utama project ini adalah membuat sebuah system operasi yang memiliki kompabilitas binari dengan Windows .ReactOS akan mengusahakan aplikasi berbasis Windows atau driver berjalan sempurna seperti berjalan di Windows asli dan tentu saja Opensource .Sampai saat saya mencoba reactOS ini sistem operasi ini belum memiliki fitur jaringan secara langsung mungkin masih harus menambah plugin untuk dapat mempunyai fitur jaringan , website nya menjelaskan bahwa ReactOS masih dalam versi alfa dan tidak dianjur kan untuk pemakaian sehari-hari .

Yah kita tunggu saja sampai ReactOS ini sempurna dan bisa menggeser kepimimpinan XP di dunia sistem operasi .

Bekas yang nggak selamanya nggak kelas

Minggu sore pas nggak ada kerjaan , saya memutuskan berjalan2 di jalan2 Gekerkalong girang ,setelah makan Mie ayam kita memutuskan untuk pulang saja , sudah sore juga , saat melewati sebuah toko sederhana di jalan pulang kami ,

Toko Buku bekas

saya melihat ada prospek yang baik mengenai toko ini , disana dijual cukup banyak buku bekas kata teman saya disana murah-murah “Kemaren bli buku A aja cuma 4 ribuan ” . Murah memang dan biasanya yang murah itu nggak berkualitas menurut saya , saya coba jelajahi buku2 yang ada ternyata disana banyak juga buku yang pernah saya koleksi dulu semasa smp semacam GhostBumps , trus majalah Intisari dan banyak lagi . Setelah puas baca sana sini , saya menemukan sebuah buku terbitan tahun 1979 yang berjudul Rahasia Ikan Paus Bungkuk karangan Edward Packard , cerita nya unik menurut saya apa lagi kita disini dapat memilih alur cerita yang ada , lumayan menarik lah, buku ini berpindah tangan dengan harga yang cukup murah yaitu Rp 3000,- .Kalo ada uang nanti mungkin kesana lagi , bukunya murah-murah dan kebetulan tempat nya tidak jauh dari tampat tinggal saya .Ternyata nggak semua yang bekas dan murah itu nggak berkualitas ya .

SSL support Unavailable di Pidgin

Abis install ulang Slackware 13.0 ke Slax 6.12 di laptop saya , muncul masalah yang cukup mengggangu , Pidgin nya nggak bisa loggin muncul tulisan kaya gini

SSl Support Unavailable

Saya Juga nggak tau kenapa bisa begitu awal nya , trus karena butuh Ym-an akhirnya milih pake MeeBo tapi meebo berat banget di browser saya , lagian dia nggak bisa share file kan .Setelah download bolak balik ke Linuxpackages.net tapi tetep gagal , akhir nya memutuskan buat download source code pidgin dan compile sendiri .

Sebelum proses compile berjalan sebaik nya kita meyiapkan beberapa library yang bakal dibutuhkan pas compile pidgin dan menghapus pidgin versi yang terdahulu pake perintah removepkg pidgin, ada dua library yang harus di download yang pertama Gnutls trus intltool
, taro semua keperluan dalam satu direcktory dan install library nya dulu pake perintah

installpkg gnutls-1.6.3-i486-1McD.tgz && installpkg intltool-0.40.5-i486-1gds.tgz

abis itu extract deh source code pidgin nya pake

tar -jxf pidgin-2.6.4.tar.bz2

trus masuk ke directory pidgin

cd pidgin-2.6.4

dan lakukan konfig source code pake perintah

./configure --disable-vv --disable-meanwhile --disable-avahi --disable-nm --disable-tcl

klo udah nggak ada error lagi pas konfig tinggal di compile dan install deh dengan kombinasi perintah make && make install trus buat beberapa symbolic links pake perintah
ln -s /usr/local/bin/pidgin /usr/bin
dan
ln -s /usr/local/lib/libpurple.so.0 /usr/lib/.
Sekarang kita bisa pake deh pidgin nya , tapi masih ada yang kurang kaya nya , kok si pidgin ini nggak bisa bunyi ya , masih belum tau dimana salah nya .

Vserver , Virtual Private Server dengan mudah

Kalau kita sering berurusan dengan Hosting menghosting pasti permah mendengar yang namanya VPS (virtual private server) ,apa sih  VPS ini , virtual private server atau sering juga disebut Virtual Dedicate Server merupakan teknologi virtualisasi yang memungkinkan sebuah server visik berkapasitas besar menjalankan lebih dari satu sistem operasi secara bersaamaan . Perbedaan paling mencolok dari Full vitualisasi  adalah pada jenis ini , system operasi guest yang berjalan memiliki sebuah kernel yang sama dengan kernel yang dimiliki oleh host .

Untuk misi membuat VPS ini saya memilih Vserver sebagai alikasi penunjang nya , sebenar nya ada juga yang lain sepertti OpenVZ , FreeVPS Xen , namun installasi nya cukup memakan waktu dan distro yang di support rata-rata distro enterprise serperti Ubuntu , Fedora Core , Radhat dan CentOS sedangkan saya menggunakan mesin yang menjalankan slackware linux.

Pada percobaan pertama saya menggunakan Sebuah mesin berprosesor Intel Pentium 4 HT 3.00 Ghz dengan memory 1.2 GB dan hardisk kosong sebanyak 80 GB dan menjalankan Slackware linux . Saya mengupgrade kernel ke versi 2.6.32 dan dipatch dengan kernel patch yang tersedia , lalu di kompile dan boot , semua langkah berhasil tanpa ada masalah .

Setelah menginstall userspace application untuk memamajemen Vserver , kita langsung saja membuat templete untuk distro slackware kemudian di kopikan kedalam vserver yang baru saja di buat , saat dijalanakan vserver akan mengeluarkan beberapa pesan error ini sangat wajar karena slackware tidak berjalan pada server sesungguh nya .

Semuanya berjalan dengan lancar , hanya satu kendala yaitu masalah routing  ,karena trafict yang keluar masuk tidak otomatis ter-manajemen , kita harus mensetting Iptables untuk mengatur routing policy agar server dapat memulai produksi.

Kompile kernel buat Vserver di Slackware 13.0

Linux memiliki jenis kernel monolitik yang berarti semua komponen kernel dikompile dalam satu kernel besar , berbeda dengan Windows yang menganut jenis kernel micro kernel ,dimana komponen kernel di pisah-pisah dan dapat di masukan tanpa harus melewati proses kompile ulang kernel . Kapan kita membutuh kan kompile kernel , adalah ketika kita akan menambahkan fitur baru .Kesempatan kali ini kita akan mencoba menambahkan vitur pada kernel agar kernel kita support vserver , kernel yang saya gunakan adalah vannila kernel versi 2.6.32 dan patch kernel yang berversi patch-2.6.32-vs2.3.0.36.26 ,kernel di kompile untuk di gunakan di arsitektur yang menggunaan prosesor intel , distro yang saya gunakan adalah Slackware 13.0 .

Versi kernel default yang di gunakan oleh slackware 13.0 adalah 2.6.29.5-smp dan kernel yang akan saya pasang adalah versi 2.6.32 dapat di download di www.kernel.org sedang kan patch kernel atau tambalan untuk menambah vitur nya dapat di download di linux-vserver.org.

Setelah kita memiliki kedua bahan yang kita butuhkan yaitu kernel dan patch , kita dapat segera memulai proses kompile kernel ini .

1. Kopi kan source kode kernel ke directory /usr/src/ dengan perintah

cp /tempat-kernel/linux-2.6.32.tar.bz2 /usr/src .

2. Masuk ke directory /usr/src lalu extract kernel source code dengan perintah tar -jxvf linux-2.6.32.tar.bz2.

3. Kita akan mulai melakukan penambahan vitur dengan jalan di patch , masuk ke directory hasil extract tadi dan lakukan patch dengan perintah
patch -p1 < /tempat-patch/patch-2.6.32-vs2.3.0.36.26.diff
pastikan tidak ada error saat anda melakukan patch ini .

4. Sekarang kita siap mengconfigurasi kernel untuk kemudian di kompile , pertama-tama  kopikan file konfigurasi standart slackware yang terdapat di directory boot dengan perintah cp /boot/config-huge-smp-2.6.29.5-smp  .config , lalu kita bisa mulai melakukan configurasi , ketikan make menuconfig untuk mulai konfigurasi .

5. Saat ini kita hanya akan sedikit melakukan perubahan pada setting kernel , Pada Bagian

Linux VServer  --->
[*] Automatically Assign Loopback IP
[*] Automatic Single IP Special Casing
[*] Enable COW Immutable Link Breaking
[ ] Enable Virtualized Guest Time
[ ] Enable Guest Device Mapping
[*] Enable Proc Security
[*] Enable Hard CPU Limits
[ ]   Avoid idle CPUs by skipping Time
[ ]   Limit the IDLE task
Persistent Inode Tagging (UID24/GID24)  --->
[ ] Tag NFSD User Auth and Files
[*] Honor Privacy Aspects of Guests
[*] VServer Warnings
[ ] VServer Debugging Code

yang di tandai hitam (Avoid idle CPUs by skipping Time) ,hilangkan tanda bintang dengan menekan spasi , opsi ini jika di enable akan menyebabkan kernel tidak membiarkan cpu memiliki waktu diam (idle). Setelah selesai pilih “exit” dibagian bawah kemudian pilih “Save an Alternate Configuration File” untuk menyimpan configurasi , pilih ok dan sekarang keluar dari menu configurasi dengan memeilih exit.

6. Setelah kita menyesuaikan sedikit setting kita siap untuk melakukan compile kernel ,selain kita mengompile kernel kita juga akan melakukan kompile module kernel dan installasi module kernel dengan gabungan perintah :
make bzImage && make modules && make modules_install. Proses ini akan memakan waktu yang cukup lama tergantung spesifikasi komputer yang di gunakan .

7.Setelah semua proses yang selesai yang akan kita lakukan selanjut nya adalah installasi kernel baru ,kopi kan image kernel ke directory boot dengan perintah cp arch/x86/boot/bzImage /boot/vmlinuz-vserver .Edit file lilo.conf agar saat boot kita dapat memilih mengunakan kernel yang baru dengan perintah
nano /etc/lilo.conf .
berikut contoh file lilo.conf sebelum di edit

image = /boot/vmlinuz
root = /dev/sda3
label = Linux
read-only

other = /dev/sda1
label = Windows
table = /dev/sda

ini merupakan hasil setelah di edit

image = /boot/vmlinuz
root = /dev/sda3
label = Linux
read-only

image = /boot/vmlinuz-vserver
root = /dev/sda3
label = Linux-vserver
read-only

other = /dev/sda1
label = Windows
table = /dev/sda

Simpan file tersebut dengan menekan F2 dan di ikuti Y , setelah di edit kita lakukan intallasi Lilo dengan peritah lilo -L , sekarang kita sudah mempunyai kernel baru dengan dukungan vserver , untuk mencobanya kita bisa merestart dan pilih Linux-vserver saat boot .